Selasa, 14 April 2015

NOVEL "JANGAN ADA IRI ANTARA KITA"


>> Judul novel : Jangan Ada Iri Antara Kita
>> Nama pengarang : Tundjungsari Ratna Utami
>> Nama penerbit : MITRA BOCAH MUSLIM
>> Ringkasan :


Jangan Ada Iri Antara Kita

            Salsa dan Nisrina adalah kakak beradik dengan selisih umur dua tahun. Akan tetapi, mereka duduk di kelas yang sama. Salsa, kakak Nisrina, menderita penyakit diabetes. Ia tidak boleh terlalu lelah, harus selalu menjaga diri dari terluka, tidak boleh banyak makan, dan jangan sampai terlambat menyuntikkan insulin ke tubuhnya setiap hari. Sedangkan Nisrina bertubuh sehat, berprestasi, juga hobi makan dan bermain. Perbedaan tersebut membuat Salsa menjadi iri kepada adiknya.
            Suatu ketika, Salsa dan Nisrina bertemu dengan Hayati Lestari. Seorang yang menyenangkan, ramah, banyak pengetahuan, dan suka menolong. Hayati juga mengidap penyakit, tetapi lebih parah dari Salsa, yaitu Thalasemia. Hayati menyadari bahwa umurnya sangatlah pendek. Tapi, ia menjalani hidupnya dengan optimis dan ceria, sampai akhirnya ia meninggal dunia pada umur dua belas tahun. Meninggalnya Hayati membuat Salsa merasakan kehilangan sosok teman yang penuh semangat.
            Suatu hari, Nisrina menyuntikkan insulin milik Salsa ke tubuhnya. Akibatnya, ia harus dirawat di rumah sakit selama dua hari. Nisrina tahu hal itu sangat berbahaya. Tetapi, ia melaukan hal itu karena merasa iri kepada kakaknya yang selalu mendapat perhatian dan keistimewaan. Nisrina juga merasa dirinya terlupakan. Salsa tidak menyangka, ternyata ada orang yang iri kepada orang yang berpenyakitan. Setelah kejadian itu, Salsa merasa tidak iri lagi kepada adiknya. Salsa sangat bersyukur karena penyakit yang dideritanya merupakan suatu keistimewaan.

SIMFONI RAYA INDONESIA



Indonesia
irama denyut nadimu
detak-detak jantungmu bertalu
berpadu satu
menggubah lagu
simfoni raya
Indonesia

Indonesia
alunan laut nan permai
belaian bayu lalu membuai
merayu sukma
mengundang rasa
damai dan cinta
Indonesia

simfoni raya Indonesia
berkumandang ke penjuru dunia
simfoni raya Indonesia
bergema membah’na memenuhi semesta

Indonesia
simfoni laras terpadu
mendayu dalam kalbu rakyatmu
menggugah rasa
bakti dan setia
pada negara
Indonesia


simfoni raya Indonesia
bergema membah’na memenuhi semesta

Indonesia
simfoni laras terpadu
mendayu dalam kalbu rakyatmu
menggugah rasa
bakti dan setia
pada negara
Indonesia

simfoni raya Indonesia

MARS PERPUSTAKAAN NASIONAL


Gunakanlah, Milikilah
Perpustakaan Bangsa Kita
Ilmu Meningkat Makin Cepat
Pustakapun Terus Berkembang

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Amanat Pancasila Baca Buku, Tingkatkanlah Harkat
Manusia Seutuhnya

Lestarilah Budayanya
Pustaka Indonesia Raya
Raih Tujuan Kemerdekaan
Adil Dan Makmur Sentosa

Gunakanlah, Milikilah
Perpustakaan Bangsa Kita
Ilmu Meningkat Makin Cepat
Pustakapun Terus Berkembang

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Amanat Pancasila Baca Buku, Tingkatkanlah Harkat
Manusia Seutuhnya

Lestarilah Budayanya
Pustaka Indonesia Raya
Raih Tujuan Kemerdekaan
Adil Dan Makmur Sentosa

Minggu, 22 Maret 2015

RUKUN IMAN DAN RUKUN ISLAM

 RUKUN IMAN
 
 
1. Iman kepada Allah SWT
Kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT lah yang berhak kita sembah. Tidak ada Tuhan Selain Allah. Allah pencipta alam semesta, hanya kepadaNya nanti kita kembali. Dunia seisinya nanti akan kiamat, begitu juga dengan semua makhluk ciptaanNya akan mati kemudian Allah menghidupkannya kembali. Kita semua akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita dihadapanNya. Semoga nanti kita mendapat ampunan dari Allah SWT dan bisa meraih surga firdaus. Aamiin.
 
2. Iman kepada Malaikat Allah SWT
Allah telah menciptakan malaikat dari cahaya. Malaikat tidak dibekali dengan hawa nafsu seperti manusia. Malaikat senantiasa patuh kepada Allah SWT, tidak pernah melakukan dosa atau pelanggaran. Jumlah malaikat tidak terhingga. Dijelaskan di dalam hadis bahwa pada saat Rasululloh Muhammad SWT disetiap lapis langit terdapat malaikat, dan semuanya penuh dengan malaikat. Masing-masing malaikat mempunyai tugas masing-masing.
 
3. Iman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah kepada rasulnya.
Allah SWT telah menurunkan beberapa kitab kepada para rasul sebagai pedoman bagi umatnya. Beberapa kitab tersebut adalah : 
- kitab Taurat diturunkan kepada nabi Musa 'alaihissalam
- kitab Zabur diturunkan kepada nabi Daud 'alaihissalam
- kitab Injil diturunkan kepada nabi Isa 'alaihissalam
- kitab Al-Qur'an diturunkan kepada nabi Muhammad SAW pada waktu bulan ramadhan.
 
4. Iman kepada nabi dan rasul Allah SWT
Kita mengimani bahwa Allah telah mengutus para nabi dan rasul sebagai pembawa berita agar manusia bisa menyembah hanya kepadanya. Meluruskan akidah ummat. Nabi yang pertama adalah nabi Adam alaihissalam seorang manusia pertama yang hidup di muka bumi ini. Nabi Muhammad adalah nabi sekaligus rasul yang terakhir. Tidak ada nabi maupun rasul setelah nabi Muhammad SAW tercinta. Siapa yang mengaku sebagai nabi, dialah orang yang tersesat dan pendusta.
 
5. Iman kepada hari kiamat.
Suatu saat nanti alam semesta ini akan kiamat dan kita akan dibangkitkan kembali. Kemudian manusia mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing. Orang yang selamat dan masuk surga adalah pengikut para nabi/rasul Allah yang senantiasa taat, beribadah hanya kepad Allah, tidak melakukan kesyirikan. Setelah datangnya nabi Muhammad SAW tidak ada agama lain kecuali Islam.
  
6. Beriman kepada takdir Allah baik yang baik maupun yang buruk.
Allah telah menentukan ketentuan-ketentuan bagi semua umatnya. Allah menguji kepada hambanya untuk melihat hambanya mana yang tetap berpegang teguh. Semua kejadian yang buruk bisa jadi ujian dan juga bisa azab dari Allah. Selagi orang tersebut melakukan kebaikan, berarti itu adalah ujian. Dan ujian tersebut datangnya hanya sebentar dan kemudia Allah menggantikan ujian tersebut dengan kehidupan yang baik. Orang yang ujiannya paling besar adalah para nabi dan rasul.

RUKUN ISLAM


1. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
Kita harus bisa memaknai dua kalimat syahadat. Diantaranya adalah "beribadah dan menyembah hanya kepada Allah, kita memohon pertolongan hanya kepadaNya. Mengikuti petunjuk nabi Muhammad SAW. Senantiasa belajar dan mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW agar kita bisa selamat dunia akhirat.

2. Mendirikan sholat.
Mendirikan bukan sekedar melaksanakan atau hanya menggugurkan kewajiban saja. Mendirikan solat hanya mengharap keridhoan Allah SWT. Orang yang mendirikan solat berbeda dengan orang yang hanya menggugurkan kewajiban saja. Bisa kita lihat ada banyak orang yang sholatnya cepat sekali. Orang yang sholatnya baik, pasti akhlaknya juga baik, begitu juga dengan yang demikian.
 
3. Memberikan zakat.
Kebanyakan orang tahu bahwa zakat di dalam rukun islam adalah zakat fitrah. Zakat fitrah adalah kewajiban selain zakat fitrah ada zakat lain yang harus kita keluarkan. Misalnya zakat harta benda yang kita miliki wajib kita keluarkan zakatnya. Sudah banyak yang menjelaskan seberapa besar dari zakat harta benda.
 
4. Puasa di bulan Ramadhan
Perintah melaksanakan puasa adalah perintah langsung dari Allah SWT melalui Al-Quran. Puasa ramadhan adalah puasa yang wajib kita kerjakan. Jika tidak melaksanakanya secara sengaja adalah berdosa. Bagi yang punya hutang puasa pun wajib melunasi hutang puasa ramadhan.
 
5. Melaksanakan haji bagi yang mampu.
Seseorang yang sudah mampu (dalam arti punya materi untuk pergi haji) bisa melaksakan ibadah haji. Namun banyak orang yang sudah mapan atau mampu secara materi bisa naik haji kebanyakan mereka tidak bisa melaksanakan haji karena kurang pahamnya ilmu agama. Namun banyak sekali mereka yang hidupnya sederhana yang ingin sekali naik haji tetapi tidak bisa haji karena belum punya uang.

MISTERI CANDI BOROBUDUR

1. Asal Muasal Nama “Borobudur”



Selama berabad-abad lamanya, Borobudur telah terkubur begitu saja di dalam sebuah gundukan tanah. Namun pada tahun 1814, Gubernur Jendral Inggris yang saat itu tengah menjabat, Thomas Stamford Raffles, mulai memperhatikan Borobudur. Raffles jugalah orang pertama yang menuliskan nama “Borobudur” dalam bukunya yang berjudul “History of Java”. Hingga kini, tak ada seorang pun yang mengetahui asal mula nama candi yang saat terkubur dalam gundukan tanah itu justru terlihat menyerupai sebuah bukit penuh semak belukar yang ditumbuhi oleh banyak pepohonan.

2. Bahan Dasar dan Teknologi yang Digunakan
Kemisteriusan Borobudur juga diakui oleh Purnomo Siswoprasetjo yang merupakan Direktur Utama dari Taman Wisata Candi (TWC) Brorobudur Prambanan Ratu Boko (Persero). Purnomo menjelaskan salah satu misteri yang masih menyelimuti Borobudur adalah bagaimana cara pembangunannya. Sebab asal muasal bebatuan besar yang menjadi bahan dasar pembuatan candi serta teknologi yang digunakan untuk mengangkat serta menyusun batu-batu tersebut hingga dapat menghasilkan suatu bangunan megah yang menakjubkan tersebut hingga kini masih menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan.
Bukan hanya itu, menurut sejumlah arkeolog, tempat pengukiran dan pemahatan batu juga masih menjadi tanda tanya besar yang hingga kini belum dapat terpecahkan. Mereka masih mencari-cari “bengkel seniman” untuk memastikan tempat pengukiran dan pemahatan bebatuan yang berukuran sangat besar dan berjumlah sangat banyak tersebut.

3. Lokasi Candi Borobudur adalah Danau Purba? 


Sadar atau tidak, jika kita perhatikan lokasi Candi Borobudur ternyata berada di tempat yang “tak biasa”. Ia berada di atas bukit yang dikelilingi oleh dua pasang gunung kembar, yaitu Gunung Sindoro-Sumbing dan Merbabu-Merapi. Padahal, candi-candi lainnya hanya dibangun di tanah datar biasa. Sebetulnya pada tahun 1931, seorang seniman dan pakar arsitektur Budha bernama W.O.J. Nieuwnkamp sempat mengajukan sebuah teori yang menyatakan bahwa Daratan Kedu (yang merupakan lokasi Borobudur menurut legenda Jawa) merupakan sebuah danau purba. Menurutnya, Borobudur dibangun berdasarkan lambing bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Namun hipotesanya masih menjadi perdebatan para ilmuwan saat itu.
Dalam bukunya yang berjudul “The Geology of Indonesia”, seorang ilmuwan bernama Van Bemmelen juga menyebutkan bahwa piroklastika dari Merapi yang pernah meletus secara besar-besaran pada tahun 1006 tersebut telah menutupi danau Borobudur sehingga membuat danau tersebut menjadi kering dan lenyap dalam sejarah.
Purnomo (Direktur Utama dari Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) yang telah disebutkan pada poin 2) juga memberikan pendapatnya tentang dugaan Borobudur yang dibangun di tengah danau purba ini. Menurutnya di sekitar candi terdapat sebuah sumur berair asin. Namun sumur asin tersebut tidak terletak di seluruh daerah, hanya di beberapa titik tertentu saja.
Ia juga menyebutkan bahwa pertanyaan Van Bammelen tersebut sangat menarik perhatian para ilmuwan asing sehingga membuat mereka berdatangan dan melakukan penelitian khusus untuk mengungkap kebenaran danau purba yang masih menjadi misteri tersebut. Biasanya mereka tinggal selama satu hingga dua minggu di situ.

99 ASMAUL HUSNA

 
1 Ar Rahman الرحمن = Yang Maha Pengasih
2 Ar Rahiim الرحيم = Yang Maha Penya= Yang
3 Al Malik الملك = Yang Maha Merajai/Memerintah
4 Al Quddus القدوس = Yang Maha Suci
5 As Salaam السلام = Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu`min المؤمن = Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin المهيمن = Yang Maha Pemelihara
8 Al `Aziiz العزيز = Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
9 Al Jabbar الجبار = Yang Maha Perkasa
10 Al Mutakabbir المتكبر = Yang Maha Megah, = Yang Memiliki Kebesaran
11 Al Khaliq الخالق = = Yang Maha Pencipta
12 Al Baari` البارئ = Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 Al Mushawwir المصور = Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14 Al Ghaffaar الغفار = Yang Maha Pengampun
15 Al Qahhaar القهار = Yang Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الوهاب = Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar Razzaaq الرزاق = Yang Maha Pemberi Rejeki
18 Al Fattaah الفتاح = Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم = Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al Qaabidh القابض = Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21 Al Baasith الباسط = Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22 Al Khaafidh الخافض = Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23 Ar Raafi` الرافع = Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24 Al Mu`izz المعز = Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25 Al Mudzil المذل = Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26 Al Samii` السميع = Yang Maha Mendengar
27 Al Bashiir البصير = Yang Maha Melihat
28 Al Hakam الحكم = Yang Maha Menetapkan
29 Al `Adl العدل = Yang Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف = Yang Maha Lembut
31 Al Khabiir الخبير = Yang Maha Mengenal
32 Al Haliim الحليم = Yang Maha Penyantun
33 Al `Azhiim العظيم = Yang Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور = Yang Maha Pengampun
35 As Syakuur الشكور = Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى = Yang Maha Tinggi
37 Al Kabiir الكبير = Yang Maha Besar
38 Al Hafizh الحفيظ = Yang Maha Memelihara
39 Al Muqiit المقيت = Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الحسيب = Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الجليل = Yang Maha Mulia
42 Al Kariim الكريم = Yang Maha Mulia
43 Ar Raqiib الرقيب = Yang Maha Mengawasi
44 Al Mujiib المجيب = Yang Maha Mengabulkan
45 Al Waasi` الواسع = Yang Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم = Yang Maha Maka Bijaksana
47 Al Waduud الودود = Yang Maha Mengasihi
48 Al Majiid المجيد = Yang Maha Mulia
49 Al Baa`its الباعث = Yang Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشهيد = Yang Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الحق = Yang Maha Benar
52 Al Wakiil الوكيل = Yang Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu القوى = Yang Maha Kuat
54 Al Matiin المتين = Yang Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى = Yang Maha Melindungi
56 Al Hamiid الحميد = Yang Maha Terpuji
57 Al Muhshii المحصى = Yang Maha Mengkalkulasi
58 Al Mubdi` المبدئ = Yang Maha Memulai
59 Al Mu`iid المعيد = Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii المحيى = Yang Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu المميت = Yang Maha Mematikan
62 Al Hayyu الحي = Yang Maha Hidup
63 Al Qayyuum القيوم = Yang Maha Mandiri
64 Al Waajid الواجد = Yang Maha Penemu
65 Al Maajid الماجد = Yang Maha Mulia
66 Al Wahiid الواحد = Yang Maha Tunggal
67 Al Ahad الاحد = Yang Maha Esa
68 As Shamad الصمد = Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir القادر = Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al Muqtadir المقتدر = Yang Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim المقدم = Yang Maha Mendahulukan
72 Al Mu`akkhir المؤخر = Yang Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأول = Yang Maha Awal
74 Al Aakhir الأخر = Yang Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظاهر = Yang Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن = Yang Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي = Yang Maha Memerintah
78 Al Muta`aalii المتعالي = Yang Maha Tinggi
79 Al Barri البر = Yang Maha Penderma
80 At Tawwaab التواب = Yang Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم = Yang Maha Pemberi Balasan
82 Al Afuww العفو = Yang Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf الرؤوف = Yang Maha Pengasuh
84 Malikul Mulk مالك الملك = Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام = Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith المقسط = Yang Maha Pemberi Keadilan
87 Al Jamii` الجامع = Yang Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الغنى = Yang Maha Kaya
89 Al Mughnii المغنى = Yang Maha Pemberi Kekayaan
90 Al Maani المانع = Yang Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار = Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92 An Nafii` النافع = Yang Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور = Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii الهادئ = Yang Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii البديع = Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
96 Al Baaqii الباقي = Yang Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث = Yang Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرشيد = Yang Maha Pandai
99 As Shabuur الصبور = Yang Maha Sabar

FOTO SELFIE MENURUT PANDANGAN ISLAM

Selfi merupakan hobi baru yang hadir pada tahun/sekarang ini. Bahkan selfi tidak lagi wajar bagi kalangan-kalangan tingkat ekstrim.

Dalam islam hukum selfie memang tidak tertulis langsung dalam kitab al-Quran maupun As-sunnah. Namun dalam ajaran islam terdapat beberapa hadist yang menerangkan tentang larangan menggambar. Dalam hadis yang dilarang adalah menggambar makhluk hidup yang bernyawa, sedangkan tumbuhan boleh digambar. dalam website konsultasi islam terdapat beberapa hadis mengenai larangan menggambar makhluk bernyawa :
Dari Ibnu, dia berkata, “Rasulullah Saw bersabda, ‘Barangsiapa menggambar suatu gambar dari sesuatu yang bernyawa di dunia, maka dia akan diminta untuk meniupkan ruh kepada gambarnya itu kelak di hari akhir, sedangkan dia tidak kuasa untuk meniupklannya.’” [HR. Bukhari].

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling besar siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar gambar-gambar yang bernyawa.” (lihat Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, bab Tashwiir).
Hadis tersebut sudah jelas menerangkan adanya larangan menggambar makhluk yang bernyawa. Maksud dari arti kata menggambar dalam hadis tersebut adalah membuat seketsa gambar menggunakan tangan sendiri dengan bantuan alat dimana kita membuat semirip-miripnya dari gambar asli atau dengan membuat sendiri gambar tanpa meniru. sebagai contoh adalah melukis makhluk bernyawa, menggambar makhluk hidup tanpa objek di komputer atau di buku gambar. 
Dalam kasus ini, foto termasuk dalam kategori gambar, namun foto tidak dibuat sendiri. Cara kerja foto sama seperti cermin hanya saja hasilnya dalam bentuk cetak dan ini merupakan sebuah pantulan dari gambar aslinya jadi tidak sama dengan dilukis atau digambar.
Foto atau foto selfie tidak dilarang dalam agama, bahkan jika dipublikasikan. Ada beberapa hal yang membuat foto menjadi dilarang diantaranya adalah:
1. Foto bertujuan untuk pamer.
2. Foto bertujuan untuk merugikan orang lain.
3. Foto bertujuan untuk menyakiti diri-sendiri dan orang lain.
4. Foto bertujuan untuk nafsu belaka.
5. Foto yang bertujuan untuk mengadu domba dan membocorkan rahasia yang baik.
Di saat sekarang banyak sekali orang yang meninggal sia-sia hanya karena hoby belaka. Dalam webiste dream.co.id banyak orang yang melanggar lalulintas dan menjadi korban karena berkendara sambil foto selfie. Berita tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak kejadian akibat foto selfie. hobi tersebut akan terlihat lebih baik jika memiliki manfaat. Foto selfie itu baik selama sesuai dengan batasan-batasan norma sosial. Hendaknya foto tersebut dijadikan sarana mendidik dan menyampaikan informasi baik bagi semua orang.